UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SUNGKAI (Peronema canescens) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI DENGAN VAKSIN DPT-HB

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Sigit Cahyo Hardiansyah
Pheby Oktriani

Abstract

Sungkai (Peronema Canescens) merupakan tanaman obat yang digunakan sebagai obat tradisional. Daun sungkai memiliki aktivitas antipiretik sebagai penurun panas karena memiliki kandungan senyawa kimia salah satunya Flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antipiretik daun sungkai terhadap tikus putih (rattus norvegicus) jantan yang diinduksi vaksin DPT-Hb penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan 25 ekor tikus, yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol negatif diberikan CMC-Na 0,5%, kelompok kontrol positif paracetamol, dan kelompok ekstrak dengan dosis masing-masing 10mg, 12,5mg, dan 15mg. Setiap tikus dilakukan pengukuran suhu tubuh awal selanjutnya diinduksi vaksin DPT-Hb. 5 jam setelah itu diberi zat uji lalu diukur tubuh tikus tiap 30 menit sekali selama 180 menit. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak daun sungkai dosis 15mg menunjukkan penurunan suhu lebih besar dibandingkan dosis 10mg dan 12,5mg. Penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak daun sungkai (Peronema Canescens) mempunyai efek antipiretik terhadap tikus jantan namun efeknya lebih renda dari kontrol positif yaitu paracetamol.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##