PENGARUH VARIASI KAOLIN DAN BENTONIT TERHADAP FORMULASI DAN STABILITAS FISIK CLAY MASK EKSTRAK DAUN BAYAM MERAH
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
ABSTRAK
Kerusakan kulit wajah salah satu penyebabnya adalah paparan sinar matahari yang mengandung radikal bebas yang dapat merusak struktur kolagen dan elastin yang membentuk kulit, sehingga menimbulkan garis halus dan membuat kulit kurang elastis. Clay mask sering digunakan karena mempunyai kemampuan untuk meregenerasi kembali kulit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui formulasi dan pengaruh variasi konsentrasi kaolin dan bentonit sediaan clay mask yang stabil dan memenuhi syarat. Metode penelitian adalah eksperimental, dengan memvariasikan kaolin dan bentonit sebesar (20:1) pada formula I, kaolin dan bentonit sebesar (30:1,5) pada formula II dan kaolin dan bentonit sebesar (40:2) pada formula III. Penelitian ini menggunakan metode uji dipercepat (cycling test) dimana tiap siklus dilakukan evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, daya lekat, viskositas, waktu mengering, iritasi kulit dan hedonik (kesukaan). Hasil menunjukkan terjadi penurunan pH, daya sebar, dan waktu mengering, pada saat setelah dilakukan uji dipercepat (cycling test) di setiap formula sedangkan daya lekat dan viskositas mengalami peningkatan, namun semua evaluasi masih memenuhi persyaratan. Semua sediaan clay mask memiliki homogenitas yang baik, organoleptik tidak mengalami perubahan, dan tidak menyebabkan iritasi kulit, serta formula yang disukai panelis yaitu FII dengan konsentrasi kaolin 30% dan bentonit 1%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ekstrak daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan clay mask yang stabil dan memenuhi syarat. Formulasi yang paling baik adalah konsentrasi bentonit 1% dan kaolin 30%.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##
References
Asthyananda, M. & Bakri, D. F. F. 2024. Formulasi Clay Mask Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dan Uji Inhibisi Staphylococcus aureus. Kartika: Jurnal Ilmiah Farmasi 9 (2), 105-114.
Elfiyani, R., Nursal, F., Deviyolanda, R., & Shifa, S. 2023. Pemanfaatan Ekstrak Kulit Putih Semangka Dalam Sediaan Masker Clay. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 10(2), 218.
Elisa, G., Nainggolan, M. & Haro, G., 2021. Skrining Fitokimia Dan Isolasi Senyawa Triterpenoid/Steroid Dari Daun Buni (Antidesma Bunius (L.) Spreng.). In Talenta Conference Series: Tropical Medicine (TM) (Vol. 1, No. 1, pp. 271-276)
Febriani, Y., Sudewi, & Sembiring R. 2021. Formulation and antioxidant activity of clay mask of ethanol extract tamarillo (Solanum betaceum Cav.), Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology, 1(1), 22-30.
Ginting M, Fitri K, Leny, Lubis BK. 2020. Formulasi dan Uji Efektifitas Anti-Aging dari Masker Clay Ekstrak Etanol Kentang Kuning (Solanum tuberosum L.), Jurnal Dunia Farmasi, 4(2), 68-75.
Ginting, O. S. B., & Siregar, S. S. 2022. Formulasi dan Evaluasi Sediaan Masker Clay Dari Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carita Papaya L.) dan Labu Kuning (Cucurbita moschata). Forte Journal 2 (1), 22-31.
Hidayati, N., Amananti, W., & Santoso, J. 2019. Formulasi dan Evaluasi Sediaan Masker Lumpur Kombinasi Perasan Mentimun (Cucumis Sativus L .) dan Buah Pepaya (Carica Papaya L .) Dengan Menggunakan Basis Bentonit dan Kaolin. Politeknik Harapan Bersama: 5–7.
Juliana, I., Fatmawati, A., Munir, M. A., Emelda, E., & Rahmawati, F. 2024. Pengaruh Variasi Konsentrasi Terhadap Uji Sifat Fisik dan Stabilitas Freeze-thaw Cycling Pada Formula Sediaan Gel Kombinasi Ekstrak Daun Kelor dan Ekstrak Dan Jeruk Nipis. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 26-34.
Kumalasari, E. K. et al. 2023. Formulasi Sediaan Masker Clay Dari Ekstrak Daun Pidada Merah (Sonneratia caseolaris) Sebagai Antioksidan. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 6(1), 1–23.
Manurung, F. S., Nurchayati, & Y., Setiari, N. 2020. Pengaruh Pupuk Daun Gandasil D Terhadap Pertumbuhan, Kandungan Klorofil dan Karotenoid Tanaman Bayam Merah (Alternanthera amoena Voss.). Jurnal Biologi Tropika 1 (1), 24-32.
Ni'am, M., Afifta, S. N., Farlina, N., Deasa, D. G., & Saputri, R. K. 2022. Formulasi Dan Uji Aktivitas Antioksidan Sheet Mask Ekstrak Daun Bayam Merah (Amarantus tricolor). Medical Sains: Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 7(4), 743-750.
Pamungkas, A. S., Fauziah, F., & Samodra, G. 2024. Evaluasi Sifat Fisik Masker Clay Ekstrak Etanol Kulit Pisang Ambon (Musa paradisiaca (L.) Kunt. var. sapientum) dengan Kaolin dan Bentonit Sebagai Basis Masker. Pharmacy Genius 3 (3), 149-160.
Raharjo, W. O., Raharjo, D., & Permatasari, D. A. I. 2023. Penentuan Kadar Flavonoid dan Uji Aktivitas Antioksidan Daun Bayam Merah Menggunakan Metode ABTS dan FRAP. Jurnal Farmasi dan Kesehatan Indonesia 3 (2), 126-137.
Safilla, A., Ardana, M., & Rijai, L. 2022. Formulasi Masker Clay Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Sebagai Antioksidan. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 15, 25–29.
Syamsidi, A., Syamsuddin A. M., & Sulastri E. 2021. Formulation and Antioxidant Activity of Clay Mask of Tomato (Solanum Lycopersicum L.) Lycopene Extract With Variation of Concentration of Kaoline and Bentonite Bases, Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy), 7(1), 77-90
Tungadi, R., Thomas, N. A., Paneo, M. A., & Monoarfa, R. P. 2024. Formulasi dan Evaluasi Sediaan Masker Lumpur Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) Menggunakan Basis Bentonit dan Kaolin. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education 4 (2), 336-345.
Zubaydah, W. O. S., Novianti, R., & Indalifiany, A. 2022. Pengembangan dan Pengujian Sifat Fisik Sediaan Spray Gel dari Ekstrak Etanol Batang Etlingera rubroloba Menggunakan Basis Gel Na-CMC. Journal Borneo 2 (2), 38-49.