Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience <p>Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences is a collection of health scientific articles. We regularly publish the issues in June and December. The journal accepts research-based papers, literature/health research regarding of pharmacy, nursing public science and midwifery. This journal published by STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> en-US [email protected] (Yunilda Rosa, S.Si, M.kes) [email protected] (M Husni Syahbani) Mon, 29 Dec 2025 11:09:12 +0700 OJS 3.1.2.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGARUH TERAPI FOOT MASSAGE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA YANG MENDERITA HIPERTENSI https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/512 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Jumlah kasus hipertensi pada lansia di Sumatera Selatan mengalami peningkatan signifikan dari tahun 2021 hingga 2024, tercatat hingga 409.823 orang pada tahun 2024. Hipertensi menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang, di mana penatalaksanaan medis umumnya masih menggunakan terapi farmakologis, salah satu terapi nonfarmakologis seperti <em>foot massage</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh <em>foot massage</em> terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Penelitian menggunakan desain <em>pra-eksperimen</em> dengan pendekatan <em>one group pretest-posttest</em>. Populasi penelitian adalah seluruh lansia penderita hipertensi grade 1 di panti tersebut dengan sampel sebanyak 18 orang yang diperoleh melalui teknik <em>total sampling</em>. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 10–15 menit per sesi. Analisis data menggunakan <em>Paired Sample T-Test</em>. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan tekanan darah sistolik dari 155,22 mmHg menjadi 126,72 mmHg dan tekanan darah diastolik dari 92,61 mmHg menjadi 77,83 mmHg (p = 0,000). Dapat disimpulkan bahwa <em>foot massage</em> berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah lansia dengan hipertensi. Disarankan agar <em>foot massage</em> diterapkan secara rutin sebagai terapi nonfarmakologis di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Foot Massage</em>, Hipertensi, Lansia, Tekanan Darah</p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Hypertension cases among the elderly in South Sumatra have shown a significant increase from 2021 to 2024, reaching 409,823 cases in 2024. Hypertension is a global health problem, including at the Harapan Kita Nursing Home in Palembang, where management generally relies on pharmacological therapy, alternative non-pharmacological therapies such as foot massage. This study aimed to examine the effect of foot massage on blood pressure in elderly patients with hypertension. The study employed a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The population consisted of all elderly patients with grade 1 hypertension at the nursing home, with 18 respondents selected through total sampling. The intervention was given for three consecutive days, lasting 10–15 minutes per session. Data were analyzed using the Paired Sample T-Test. The results indicated a significant decrease in systolic blood pressure from 155.22 mmHg to 126.72 mmHg and diastolic blood pressure from 92.61 mmHg to 77.83 mmHg (p = 0.000). It can be concluded that foot massage significantly reduces blood pressure in elderly patients with hypertension. Therefore, it is recommended to implement foot massage routinely as a non-pharmacological therapy at the Harapan Kita Nursing Home in Palembang.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Keywords</strong>: <em>Keywords: Foot Massage, Hypertension, Elderly, Blood </em></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Sri Mulia Sari Sri, Sonia Rahayu, Shinta Maharani, Dewi Rury Arindari, Dea Mega Arini Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/512 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0700 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/508 <p><strong><em>Background</em></strong><em>: Early breastfeeding initiation (IMD) is giving breast milk immediately after the baby born by place the baby on the mother's stomach for 30 minutes to 1 hour after birth with the aim of skin-to-skin contact so that the mother and baby are calmer, increase affection, reduce postpartum bleeding, reduce anemia and the formation of colonies on the baby's skin and intestines after the baby swallows good bacteria on the mother's skin as a defense for the baby. SSGI reported that there was an increase in the percentage of IMD implementation,&nbsp; from 47,4% in 2021 to 58.1% in 2022. <strong>Objective</strong>: To determine the factors that influence the implementation of early initiation breastfeeding (IMD) in mothers giving birth at PMB Fauziah Hatta, Palembang. <strong>Method</strong>: A survey analytic design with cross sectional design was used in this study. The sample of this study were 86 mothers giving birth at PMB Fauziah Hatta who were taken by purposive sampling. This study carried in July – October 2023. <strong>Results:</strong> There is a significant relationship between maternal age (p-value: 0.019), parity (p-value: 0.006), knowledge (p-value: 0.028), and health workers support (p-value: 0.005) with the implementation of Early Breastfeeding Initiation (IMD) in mothers giving birth. The variable of health workers support is the most dominant variable related to the implementation of IMD with OR. 5.612. <strong>Conclusion</strong>: The implementation of IMD is related to maternal age, parity, knowledge, and support health workers. <strong>Suggestion</strong>: Increase health promotion and counseling on the implementation of early breastfeeding initiation to increase exclusive breastfeeding.</em></p> Anur Rohmin Anur, Satra Yunola, Siti Amallia, Era Mardia Sari, Helni Anggraini, Meta Rosdiana, Nelly Mariyam Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/508 Mon, 29 Dec 2025 00:00:00 +0700 SENAM ASMA BERPENGARUH TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA ASMA https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/507 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Penyakit Asma merupakan salah satu penyakit system pernafasan yang paling banyak diindap oleh masyarakat Indonesia yaitu sebanyak 4,5 % juta lebih. Kondisi penyakit Asma dapat memburuk sewaktu-waktu, karena adanya faktor allergen, factor lingkungan seperti cuaca, makanan, polusi asap rokok&nbsp; dapat menyebabkan inflamasi, sehingga kondisi ini lah yang menyebabkan penurunan kualitas hidup pada penderita asma, karena dapat memburuk sewaktu-waktu, senam asma merupakan salah satu intervensi yang dapat menurunkan tingkat kekambuhan, meningkatkan arus puncak ekspirasi, sehingga meningkatkan kualitas hidup.&nbsp; <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam asma terhadap kualitas tidur pada penderita Asma. <strong>Metode Penelitian</strong>: penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan <em>pre-eksperimental</em>. Pengambilan sampel menggunakan teknik <em>total sampling </em>dengan jumlah 20 orang. Instrumen video senam asma dan kuesioner kulitas hidup. Uji analisis yang digunakan adalah <em>paired t tes</em><em>.</em> <strong>Hasil dan Pembahasan</strong>: terdapat peningkatan skor dengan nilai mean kualitas hidup sebesar 35,65 dan memiliki standar deviasi ± 2,036 dengan nilai p value = .000 (nilai p&lt;0,05), jadi hasil penelitian ini bahwa terdapat pengaruh Senam asma yang dilakukan seminggu 3x selama 2 minggu. <strong>Kesimpulan </strong>: Terdapat pengaruh senam asma terhadap kualitas hidup penderita asma. <strong>Saran</strong>: bagi penderita asma disarankan untuk rutin melakukan senam asma.</p> Sri Nur Hartiningsih, Andri Setyorini, Dian Nur Adkhana Sari Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/507 Mon, 29 Dec 2025 00:00:00 +0700 UJI EFEKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN PANDAN WANGI (Pandanus Ammarylifolius Roxb) TERHADAP MENCIT JANTAN PUTIH ( Mus Musculus L ) YANG DIINDUKSI DENGAN PEPTON 5 % https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/519 <p>Daun pandan wangi ( Pandanus Amarylifolius Roxb ) merupakan salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional dalam mengatasi antipiretik, karena obat tradisional dinilai lebih aman dari pada penggunaan obat modern. Dari hasil uji skrinning fitokimia daun pandan wangi yang dianalisis menggunakan pereaksi spesifik memgandung senyawa flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, polifenol dan steroid. Namun, senyawa yang dapat memberikan efek antipiretik ialah flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antipiretik ekstrak etanol daun pandan wangi <em>( Pandanus Amarylifolius Roxb )</em> yang dibandingkan dengan Parasetamol sebagai kontrol positif. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode eksperimental yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok I perlakuan kontrol negative (Na-CMC 0,5 %), kelompok II perlakuan kontrol positif ( Parasetamol ), kelompok III dosis 125mg/grBB , kelompok IV dosis 250mg/grBB, kelompok V dosis 500mg/grBB. Pengujian dilakukan dengan mengukur suhu tubuh mencit putih jantan <em>( Mus Musculus ) </em>yang diinduksi pepton 5 %. Ekstrak etanol daun pandan wangi <em>( Pandanus Amarylifolius Roxb )</em> dosis 125mg/grBB,250mg/grBB,500mg/grBB berturut-turut sebesar 0.135/0.384/0.661 , dari ketiga dosis semua mengalami penurunan suhu terhadap mencit putih jantan karena tidak terdapat perbedaan bermakna dengan kontrol positif.</p> Desfi Ayu, Zuhana, Lily Marleni, Dessy Suswitha, Sintiya Halisya P, Mardiah, Rahmalia Afriyani Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/519 Mon, 29 Dec 2025 00:00:00 +0700 PENGARUH VARIASI KAOLIN DAN BENTONIT TERHADAP FORMULASI DAN STABILITAS FISIK CLAY MASK EKSTRAK DAUN BAYAM MERAH https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/520 <p><strong>AB</strong><strong>STRAK</strong></p> <p>Kerusakan kulit wajah salah satu penyebabnya adalah paparan sinar matahari yang mengandung radikal bebas yang dapat merusak struktur kolagen dan elastin yang membentuk kulit, sehingga menimbulkan garis halus dan membuat kulit kurang elastis. <em>Clay mask</em> sering digunakan karena mempunyai kemampuan untuk meregenerasi kembali kulit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui formulasi dan pengaruh variasi konsentrasi kaolin dan bentonit sediaan <em>clay mask</em> yang stabil dan memenuhi syarat. Metode penelitian adalah eksperimental, dengan memvariasikan kaolin dan bentonit sebesar (20:1) pada formula I, kaolin dan bentonit&nbsp; sebesar (30:1,5) pada formula II dan kaolin dan bentonit sebesar (40:2) pada formula III. Penelitian ini menggunakan metode uji dipercepat (<em>cycling test</em>) dimana tiap siklus dilakukan evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, daya lekat, viskositas, waktu mengering, iritasi kulit dan hedonik (kesukaan). Hasil menunjukkan terjadi penurunan pH, daya sebar, dan waktu mengering,&nbsp; pada saat setelah dilakukan uji dipercepat (<em>cycling test</em>) di setiap formula sedangkan daya lekat dan viskositas mengalami peningkatan, namun semua evaluasi masih memenuhi persyaratan. Semua sediaan <em>clay mask</em> memiliki homogenitas yang baik, organoleptik tidak mengalami perubahan, dan tidak menyebabkan iritasi kulit, serta formula yang disukai panelis yaitu FII dengan konsentrasi kaolin 30% dan bentonit 1%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ekstrak daun bayam merah (<em>Amaranthus</em> <em>tricolor</em> L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan <em>clay mask</em> yang stabil dan memenuhi syarat. Formulasi yang paling baik adalah konsentrasi bentonit 1% dan kaolin 30%.</p> Dalillah Arinalia, Khairunnisa Khairunnisa, Yunilda Rosa, Mayaranti Wilsya, Khairul Rizal, Suryasin, Wulandari Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/520 Mon, 29 Dec 2025 00:00:00 +0700 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL UNTUK MELAKUKAN YOGA DI KLINIK CITRA PALEMBANG https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/521 <p>Kehamilan yang sehat sangat diidam-idamkan oleh ibu hamil, tapi perubahan besar pada tubuh ibu hamil seringkali menimbulkan beberapa ganguan dan keluhan yang dapat mengurangi kenikmatan pada masa kehamilan, sehingga ibu hamil perlu mengetahui tentang senam hamil salah satu senam hamil yang populer saat ini adalah yoga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi ibu hamil untuk melakukan yoga di Klinik Citra Palembang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang melakukan Yoga di klinik citra dari September-November tahun 2023 dengan metode purposive sampling, instrument penelitian yaitu <em>kuesioner</em>. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan ibu melakukan yoga hamil sebesar 78,1%, ibu dengan pengetahuan baik sebesar 65,6%, ibu dengan pendidikan tinggi sebesar 75%, ibu tidak bekerja sebesar 62,5%. Dari statistik Uji <em>Chi-Square</em> menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan keinginan ibu untuk melakukan yoga &nbsp;dengan hasil <em>p-value</em> (0,00), ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan keinginan ibu untuk melakukan yoga dengan hasil <em>p-value</em> (0,04)dan ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan keinginan ibu untuk melakukan yoga dengan hasil <em>p-value</em> (0,01). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan merupakan faktor yang mempengaruhi ibu hamil untuk melakukan yoga di klinik citra Palembang.</p> Elvina Indah Syafriani, Desi Hariani, Yulia Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/521 Tue, 30 Dec 2025 08:08:36 +0700 KAJIAN EFEKTIVITAS SERBUK KULIT PISANG NANGKA DALAM PROSES PENJERNIHAN AIR SUMUR GALI https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/525 <p><strong>Latar belakang</strong>: Sumber air yang umum digunakan oleh masyarakat meliputi PAM, sumur gali, dan sungai. Sumur gali sering dijadikan sebagai sumber utama air bersih dan air minum karena ketersediaannya yang mudah dijangkau. Kenyataannya sumber air yang biasa digunakan masyarakat khususnya sumur gali secara fisik masih belum memenuhi persyaratan salah satunya yaitu kekeruhan. Kekeruhan air disebabkan oleh partikel-partikel yang terdispensi di dalam air seperti tanah liat, pasir dan lumpur. <strong>Tujuan</strong>: Untuk mengetahui efektivitas serbuk kulit pisang nangka dalam menurunkan angka kekeruhan pada air sumur gali. <strong>Metode</strong>: penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 4 kelompok perlakuan yang masing-masing dilakukan 6 kali pengulangan. Air sumur gali diberi perlakuan dengan cara penambahan serbuk kulit pisang nangka sebagai koagulan alami menggunakan metode <em>Jar Test</em>. Kelompok I sebagai kontrol (tanpa perlakuan), kelompok II, III, dan IV diberi perlakuan dengan dosis serbuk kulit pisang nangka 5 gram, 6 gram, dan 7 gram masing-masing untuk 1000 ml air sumur gali. Data pengamatan diuji dengan Uji Statistik One Way Anova untuk melihat pengaruh signifikkan dari perbedaan dosis serbuk kulit pisang nangka terhadap penurunan kekeruhan air sumur gali. <strong>Hasil</strong>: penelitian ini menunjukkan bahwa serbuk kulit pisang nangka mampu menurunkan angka kekeruhan air sumur gali. Kontrol 41,6 NTU, Dosis 5 gram menurunkan kekeruhan dengan rata-rata 11,45 NTU, dosis 6 gram sebesar 15,13 NTU, dan dosis 7 gram sebesar 6,91 NTU. Rata-rata persentase penurunan tertinggi terjadi pada dosis 7 gram yaitu sebesar 84,19%. <strong>Kesimpulan</strong>: Semua dosis efektif dalam menurunkan angka kekeruhan, namun hasilnya belum sepenuhnya memenuhi standar &lt;3 NTU.</p> <p>&nbsp;</p> Rahmi Garmini, Habib Al Azim Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/525 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0700 HUBUNGAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RAWAT JALAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/527 <p>Waktu tunggu merupakan komponen penting dalam menilai mutu pelayanan rawat jalan karena langsung dirasakan oleh pasien. Waktu tunggu dalam penelitian ini didefinisikan sebagai lamanya pasien menunggu sejak proses pendaftaran hingga menerima resep dari dokter. Durasi tunggu yang panjang sering dikaitkan dengan ketidakpuasan pasien. Berdasarkan hasil observasi awal Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang faktor utama penyebab lamanya waktu tunggu adalah keterlambatan dokter dikarenakan masih melakukan tindakan bedah, serta belum optimalnya pengaturan jadwal praktik dan sistem antrean administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara waktu tunggu pelayanan rawat jalan dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel responden sebanyak 98 orang pasien rawat jalan yang dipilih secara acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi waktu tunggu dan kuesioner kepuasan pasien yang meliputi lima dimensi SERVQUAL <em>(tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy)</em>. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 54,1% pasien mengalami waktu tunggu ≥60 menit (kategori lambat), namun mayoritas (58,2%) menyatakan puas. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara waktu tunggu dengan kepuasan pasien (p-value = 0,011). Temuan yang menarik menunjukkan bahwa proporsi kepuasan justru lebih tinggi pada kelompok pasien dengan waktu tunggu lambat (69,8%) dibandingkan kelompok waktu tunggu cepat (44,4%). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara waktu tunggu dengan kepuasan pasien, namun arah hubungan tidak linier. Tingginya kepuasan meskipun waktu tunggu lama mengindikasikan bahwa faktor-faktor non teknis seperti <em>empathy, assurance</em>, dan kenyamanan lingkungan berperan penting dalam membentuk persepsi kepuasan pasien di RS Islam Siti Khadijah Palembang.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata Kunci: Waktu tunggu, kepuasan pasien, pelayanan rawat jalan, SERVQUAL</strong></p> Dewi Nashrulloh, Lely Meriaya Sari, Nur Inda Fadhlika Qoyum, Yessy Wirani, Annisyah Putri Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/527 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0700 PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA LUKA TERBUKA PADA SISWA PMR https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/528 <p>Luka terbuka merupakan kondisi yang umum terjadi akibat kecelakaan dan memerlukan penanganan cepat melalui pertolongan pertama. Jika tidak ditangani dengan benar, luka terbuka dapat menyebabkan infeksi, perdarahan berat, keterlambatan penyembuhan, hingga kecacatan yang berdampak pada penurunan produktivitas dan ketergantungan terhadap orang lain. Siswa Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah berperan penting dalam memberikan pertolongan pertama, namun pengetahuan mereka masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan pertolongan pertama luka terbuka pada siswa PMR. Desain penelitian pre-eksperimen dengan pendekatan <em>one group pre-test and post-test design</em>, melibatkan 29 siswa PMR yang dipilih melalui teknik <em>total sampling</em>. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 10 Palembang pada tanggal 19 Juni 2025. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan dari 90,55 menjadi 97,14 dengan p <em>value</em> = 0,000 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan siswa PMR. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama luka terbuka. Disarankan kepada pihak sekolah untuk berkoordinasi dengan dinas kesehatan maupun puskesmas dalam hal pemberian pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama.</p> Apriani Apriani, Asih Fatriansari, Putinah Putinah, Rahmalia Afriyani, Helsy Desvitasari, abdul syafei, Dedi Pahrul Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/multiscience/article/view/528 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0700