https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/ujpkm/issue/feedUkhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat2026-07-23T10:59:50+07:00Ns. Helsy Desvitasari, M.Kep[email protected]Open Journal Systems<p>Ukhuwah : Jurnal pengabdian kepada masyarakat (UJPKM) diterbitkan oleh pusat pengabdian kepada masyarakat STIK Siti Khadijah Palembang dua kali dalam setahun di bulan juli dan desember. Artikel yang dipublikasi di UJPKM STIK Siti Khadijah Palembang meliputi hasil pengabdian asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru. UJPKM STIK Siti Khadijah Palembang mencakup bidang keilmuan :<br>1. Keperawatan<br>2. Kebidanan<br>3. Farmasi</p>https://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/ujpkm/article/view/540EDUKASI GIZI BALITA DI KLINIK MITRA ANANDA KOTA PALEMBANG TAHUN 20252026-07-21T15:53:23+07:00Yulvira Febriani[email protected]Annisa Khoiriah[email protected]Elvina Indah Syafriani[email protected]Satra Yunola[email protected]Desi Hariani[email protected]Yessy Octa Fristika[email protected]Fariha Nuzulul Hinisa[email protected]Riya Tisnawati[email protected]Meli Rosita[email protected]<p>Masalah gizi pada balita masih menjadi perhatian penting karena dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan daya tahan tubuh anak. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya masalah gizi pada balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pentingnya gizi seimbang melalui edukasi kesehatan di Klinik Mitra Ananda Kota Palembang Tahun 2025. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan dengan pendekatan ceramah interaktif, diskusi, dan pembagian leaflet edukatif. Sasaran kegiatan adalah 30 ibu yang memiliki balita. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 54,33 dan meningkat menjadi 90,67 pada post-test. Hasil N-Gain Score sebesar 0,77 dengan persentase efektivitas 77,24% menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan termasuk kategori efektif. Kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman ibu tentang pentingnya gizi seimbang, pola makan sehat, dan upaya pencegahan masalah gizi pada balita. Edukasi gizi secara berkelanjutan di fasilitas kesehatan dan posyandu diharapkan dapat mendukung peningkatan status gizi balita di Masyarakat.</p>2026-07-21T15:21:15+07:00Copyright (c) 2026 Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakathttps://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/ujpkm/article/view/550EDUKASI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI PUSKESMAS PEMULUTAN, OGAN ILIR2026-07-21T15:53:30+07:00Siti Amallia[email protected]Anur Rohmin[email protected]Era Mardia Dari[email protected]Rosdiana Meta[email protected]Helni Anggraini[email protected]Nelly Mariyam[email protected]Nur Purnama Sari[email protected]Ramesia Ratnawati[email protected]<p>ASI mengandung kolostrum yang kaya antibodi karena mengandung protein untuk daya tahan tubuh dan bermanfaat untuk mematikan kuman dalam jumlah tinggi sehingga pemberian ASI eksklusif dapat mengurangi risiko kematian pada bayi. ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral). Dalam fase ini harus diperhatikan dengan benar mengenai pemberian dan kualitas ASI, supaya tak mengganggu tahap perkembangan si kecil selama enam bulan pertama semenjak Hari Pertama Lahir (HPL). Tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan pengetahuan dan kesadaran Ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi usia < 2 tahun agar dapat memberikan ASI secara Eksklusif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah tanya jawab dan diskusi dengan menggunakan media cetak seperti <em>Flip Chart</em> dan <em>leaflet. </em>Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Puskesmas Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir pada tanggal 1 Desember 2025 dan diikuti oleh 20 orang peserta. Hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan ibu dimana sebelum diberikan edukasi kesehatan pengetahuan ibu kategori baik sebanyak 4 orang (20%) dan setelah diberikan edukasi kesehatan pengetahuan ibu dengan kategori baik sebanyak 17 orang (85%). Diharapkan dari kegiatan ini semua ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi usia < 2 tahun dapat memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya sehingga dapat meningkatkan imunitas bayi dan mencegah bayi dari berbagai jenis penyakit.</p>2026-07-21T15:28:16+07:00Copyright (c) 2026 Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakathttps://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/ujpkm/article/view/533PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH, KUNJUNGAN ANC DAN DETEKSI DINI FAKTOR RISIKO KEHAMILAN DI PUSKESMAS AIR ITAM, KOTA PANGKALPINANG2026-07-21T15:53:39+07:00Annisa Sali Pinaremas[email protected]<p>Tingginya prevalensi stunting (19,8% di 2024) di Indonesia menuntut intervensi efektif, terutama mengingat kaitan erat antara anemia ibu hamil dengan risiko BBLR. Tantangan lainnya meliputi rendahnya cakupan kunjungan <em>antenatal care</em> (ANC) K6 dan kebutuhan deteksi dini faktor risiko kehamilan secara mandiri. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), mendorong ANC K6, dan deteksi dini faktor risiko kehamilan secara mandiri. Metode dilakukan melalui edukasi dan pendampingan kepada 20 kader dan ibu hamil di Puskesmas Air Itam pada 10 Juli 2025. Edukasi menggunakan presentasi interaktif dan <em>booklet digital</em>, serta pengenalan aplikasi digital Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR). Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata skor <em>pre-test</em> 5,4 naik menjadi 8,2 pada <em>post-test</em>. Peningkatan ini mendukung bahwa pengetahuan krusial dalam adopsi tindakan pencegahan (<em>Health Belief Model</em>). Kesimpulan PkM ini efektif meningkatkan pemahaman peserta. Disarankan pengembangan program keberlanjutan dan pelatihan lanjutan bagi kader.</p>2026-07-21T15:36:10+07:00Copyright (c) 2026 Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakathttps://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/ujpkm/article/view/554 PENGUATAN KINERJA TIM KEPERAWATAN MELALUI PENERAPAN METODE TIM: SEBUAH PENGABDIAN DI RUANG RAWAT INAP2026-07-21T16:33:37+07:00helsy desvitasari[email protected]Asih Fatriansari[email protected]putinah [email protected]Apriani [email protected]Rahmalia Afriyani[email protected]Abdul Syafei[email protected]Dedi Pahrul[email protected]<p>Kinerja tim keperawatan yang efektif merupakan faktor kunci dalam meningkatkan mutu asuhan keperawatan di ruang rawat inap. Permasalahan yang ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan asuhan keperawatan masih cenderung individualistik, koordinasi antar perawat lemah, serta pemahaman perawat terhadap metode tim masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perawat terhadap konsep dan implementasi metode tim keperawatan melalui sosialisasi SOP di ruang rawat inap RS X Palembang. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah dan diskusi terarah yang melibatkan 36 perawat pelaksana pada tanggal Agustus 2025. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan; kategori baik meningkat dari 7 orang (19,4%) menjadi 25 orang (69,4%), sementara kategori kurang menurun dari 16 orang (44,4%) menjadi 2 orang (5,6%). Disarankan kepada pihak manajemen rumah sakit untuk melakukan sosialisasi SOP metode tim secara berkala dengan pendekatan diskusi partisipatif guna mempertahankan dan meningkatkan kinerja tim keperawatan secara berkelanjutan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Kinerja Tim Keperawatan, Metode Tim, Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP)</p>2026-07-21T15:40:19+07:00Copyright (c) 2026 Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakathttps://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/ujpkm/article/view/542KELAS IBU BALITA: EDUKASI CEGAH STUNTING DAN KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 1-3 TAHUN MELALUI MEDIA INTERAKTIF DI KELURAHAN PULOKERTO2026-07-21T15:53:55+07:00Shinta Maharani[email protected]Lenny Astuti[email protected]Dewi Rury Arindari[email protected]Lela Aini[email protected]Setiawan[email protected]Sri Mulya Sari[email protected]Dea Mega Arini[email protected]<p><em>Stunting and developmental delays among children aged 1–3 years remain significant public health issues that may have long-term impacts on the quality of human resources. One of the contributing factors is the limited knowledge of mothers regarding balanced nutrition, early growth and development screening, and child developmental stimulation. This community service program aimed to improve mothers’ knowledge and skills in preventing stunting, as well as in the early detection and stimulation of child development, through a Mother and Toddler Class utilizing interactive educational media in Pulokerto Village. The program employed a participatory learning approach using educational videos, posters, infographics, group discussions, practical simulations, and pre-test and post-test evaluations. The activity was conducted on November 12, 2025, involving 30 mothers of toddlers as participants. The evaluation results demonstrated an improvement in participants’ knowledge following the educational intervention. Prior to the program, most participants were categorized as having poor or moderate knowledge, whereas after the intervention, the majority achieved a good level of knowledge, and no participants remained in the poor knowledge category. Participants also showed high enthusiasm and active engagement throughout the learning process. The interactive Mother and Toddler Class proved to be an effective promotive and preventive strategy to support stunting prevention and optimize child growth and development through community-based maternal empowerment.</em></p>2026-07-21T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakathttps://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/ujpkm/article/view/548SOSIALISASI PEMANFAATAN MASKER WAJAH HERBAL EKSTRAK DAUN RAMBUSA (Passiflora foetida L) DALAM MENCEGAH JERAWAT2026-07-23T10:59:50+07:00Nur Ihsan Kamilah[email protected]Yunilda Rosa[email protected]Adi Saputra[email protected]Mayaranti Wilsya[email protected]Abu Rachman[email protected]Khairunnisa[email protected]Suryasin[email protected]Wulandari Eka Putri[email protected]Febby Ola Yolandari[email protected]Sigit Cahyo Hardiansyah[email protected]Khairul Rizal[email protected]<p><strong>Abstrak</strong> <br>Jerawat (<em>acne vulgaris</em>) merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang menjadi masalah dermatologis paling umum, dengan prevalensi global mencapai 9,4% dan mempengaruhi 85% individu berusia 12–24 tahun. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang perawatan kulit berbasis bahan alam menjadi latar belakang kegiatan ini. Daun rambusa (<em>Passiflora foetida</em> L.) mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, dan alkaloid yang terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes serta efek antioksidan dan antiinflamasi. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan masker wajah herbal ekstrak daun rambusa sebagai alternatif alami yang aman dan terjangkau dalam mencegah jerawat. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, pemberian leaflet, dan demonstrasi langsung. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta dengan rentang usia 20–70 tahun di Kelurahan 20 Ilir Satu Palembang pada 10 Desember 2025. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan sesi tanya jawab. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta mengenai jerawat, senyawa aktif daun rambusa, dan cara penggunaan masker herbal yang benar. Peserta juga menunjukkan minat tinggi untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan <br>ini berkontribusi positif pada upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan alam lokal secara mandiri dan berkelanjutan. <br><strong>Kata Kunci</strong> : acne vulgaris, antibakteri, daun rambusa (Passiflora foetida), masker herbal <br><br><em><strong>Abstract</strong> </em><br><em>Acne vulgaris is a chronic inflammatory skin disease and the most common dermatological problem globally, with a prevalence of 9.4% and affecting 85% of </em><br><em>individuals aged 12–24 years. The low public awareness regarding natural-based skincare became the background of this activity. Rambusa leaves (Passiflora foetida L.) contain bioactive compounds such as flavonoids, polyphenols, and alkaloids that have demonstrated antibacterial activity against Propionibacterium acnes, as well as antioxidant and anti-inflammatory effects. The aim was to enhance community knowledge and skills in utilizing rambusa leaf extract herbal face masks as a safe and affordable natural alternative for acne prevention. Methods included counseling, interactive discussions, leaflet distribution, and live demonstrations. The activity involved 30 participants aged 20–70 years in 20 Ilir Satu Village, Palembang, on December 10, 2025. Evaluation was conducted through observation and question-and-answer sessions. Results showed significant improvement in participants’ knowledge of acne, active compounds of rambusa leaves, and correct mask application. Participants also showed high interest in applying the knowledge in daily life. This activity positively contributed to community empowerment through sustainable, independent use of local natural resources. </em><br><em><strong>Key words</strong>: acne vulgaris, antibacterial, leaf rambusa (Passiflora foetida), herbal mask </em></p>2026-07-23T10:59:46+07:00Copyright (c) 2026 Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakathttps://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/ujpkm/article/view/547EDUKASI FAKTOR RISIKO PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA MASYARAKAT USIA DEWASA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GANDUS2026-07-22T09:22:11+07:00Mardiah[email protected]Lily Marleni[email protected]Dessy Suswitha[email protected]Sintiya Halisya Pebriani[email protected]Zuhana[email protected]<p>Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah kondisi kronis yang tidak ditularkan dan umumnya berkembang secara progresif. Salah satu bentuk Penyakit Tidak Menular (PTM) yang paling prevalen di masyarakat dewasa Perubahan tekanan darah terutama hipertensi . Dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi, edukasi kesehatan menjadi salah satu pendekatan penting untuk meningkatkan pengetahuan serta perubahan perilaku masyarakat agar mampu mencegah risiko kenaikan tekanan darah. Edukasi kesehatan juga telah dibuktikan memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan masyarakat terhadap perilaku pencegahan hipertensi. Masyarakat usia dewasa merupakan kelompok yang rentan mengalami perubahan tekanan darah akibat berbagai faktor risiko termasuk gaya hidup tidak sehat. Edukasi tentang faktor risiko ini penting untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan dini komplikasi. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat usia dewasa di wilayah kerja puskesmas Gandus tentang faktor risiko perubahan tekanan darah. . Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 25 Juli 2025 di RT 25 Kecamatan Gandus. Hasil kegiatan ini menyatakan bahwa Kegiatan pengabdian masyarakat di RT 25 Kecamatan Gandus dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang,Pelaksanaan penyuluhan ditujukan pada masyarakat setempat dengan media dan alat yang digunakan yaitu leaflet. Penyampaian materi dengan metode ceramah dan diskusi mengenai penyakit faktor resiko perubahan tekanan darah. Pada saat materi berakhir di berikan evaluasi ke warga yang mengikuti penyuluhan dengan antusias dan mudah mereka bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan (80%)yang di berikan serta ada beberapa warga memberikan pertanyaan terkait hal yang belum mereka pahami sebanyak 20%). Diharapkan kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan pengetahuan faktor resiko perubahan tekanan darah sehingga dapat mencegah terjadinya PTM serta dapat meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian untuk menurunkan angka kesakitan PTM pada masyarakat</p>2026-07-22T09:22:09+07:00Copyright (c) 2026 Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakathttps://jurnal.stik-sitikhadijah.ac.id/index.php/ujpkm/article/view/562PENINGKATAN HIGIENE SANITASI KANTIN SEKOLAH MELALUI IMPLEMENTASI CITRUNAS BERBASIS LIMBAH KULIT JERUK DAN NANAS DI SMP NEGERI 35 PALEMBANG2026-07-22T10:20:37+07:00Zairinayati Rina[email protected]Nafha Azrilyal[email protected]Nabila Salsabila[email protected]<p>Kebersihan alat makan dan alat masak merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga keamanan pangan di kantin sekolah. Namun, praktik sanitasi di kantin sekolah umumnya masih terbatas pada proses pencucian menggunakan air dan deterjen tanpa tahap desinfeksi, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi mikroorganisme. Di sisi lain, limbah kulit jeruk dan kulit nanas belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi sebagai bahan antimikroba alami. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola kantin dalam menerapkan sanitasi peralatan makan melalui pemanfaatan Citrunas, yaitu desinfektan ramah lingkungan berbasis limbah kulit jeruk dan kulit nanas. Kegiatan dilaksanakan di kantin SMP Negeri 35 Palembang dengan sasaran 15 pengelola dan penjual kantin menggunakan metode pendidikan masyarakat, pelatihan, difusi IPTEKS, dan pendampingan. Kegiatan meliputi penyuluhan mengenai higiene sanitasi, demonstrasi pembuatan Citrunas, praktik penggunaan pada alat makan dan alat masak, serta evaluasi melalui observasi dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan sanitasi peralatan makan serta kemampuan membuat dan menggunakan Citrunas secara mandiri. Implementasi Citrunas memberikan alternatif desinfektan yang aman, ekonomis, dan ramah lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan limbah organik. Kegiatan ini diharapkan berkontribusi dalam meningkatkan higiene kantin sekolah serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan berkelanjutan.</p>2026-07-22T10:20:34+07:00Copyright (c) 2026 Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat